Langsung ke konten utama

Tidak Ada Seorangpun yang Bisa Mengentikanmu dari Mencintai Dirimu Sendiri

 Love Yourself

            Mencintai diri sendiri bukanlah suatu bentuk egoisme atau narsisme dan bukan pula individulisme atau bahkan overpride. Mencintai diri sendiri bukan berarti kita mengulang cerita Dewa Narcissus. Mencintai diri sendiri tidak akan membuat kita tenggelam ke dalam danau yang jernih. Mencintai diri sendiri tidak akan membuat diri kita mati.

Love Yourselft

            Self-harm, phsycological issues, fear, mental illnes? Adalah kata-kata yang dapat mendeskripsikan generasi Z? Ada sangat banyak! Distress, suicide, dan lain-lain.

            Ini bukan sebuah paradigma, pandangan masyarakat, sterotip atau isu dan kabar burung. Ini adalah kenyataan yang terjadi. Sebuah fenomena gunung es, gunung es yang bisa menenggelamkan generasi Z jika tidak memiliki navigasi yang hebat.

            The Insight Network adalah mereka yang menemukan gunung es ini. The Insight Network adalah sekelompok psikiater dan psikolog yang menyediakan terapi untuk kasus mental heatlh ini. Mereka melakukan survey pada mahasiswa dari seluruh dunia dan berbagai gender laki-laki (59,5%), perempuan (38,9%), dan non-binary (1,2%). Mulai rentang umur 17 hingga 23 tahun.

            Mengungkap jika masa mahasiswa bukan tidak hanya seperti yang terlihat dalam feed instagram atau timeline twitter. Bukan hanya feed estetik yang berhiasa filter tetapi susunan gambar abstrak yang tertangkap tidak sengaja. Bukan sebuah thread populer dengan ribuan like tetapi sebuah thread acak-acakan hanya untuk kebutuhan sosial. Perbandingan angkanya sangat banyak, sebanyak isi urbandictionary dibandingkan 5 kata trending ditwitter.

            Dalam survey diungkapkan bahwa hanya 1,2% mahasiswa yang tidak pernah atau jarang mengalami rasa khawatir. 5% mahasiswa selalu atau sering mengalami kesepian. 56,5% berpikiran untuk melakukan self-harm, 1,7% selalu berpikir atau sering memikirkan hal tersebut. 78,15 mengaku mereka menyembunyikan gejala kesehatan mental mereka karena rasa takut akan stigma masyarakat. 81,5% sadar akan pentingnya bantuan dari seorang psikologis tetapi 10,2% saja yang melakukannya (The Insight Network, 2020).

            Angka ini menunjukan banyak mahasiswa yang belum sadar pentingnya mental health, mereka memendam perasaan mereka takut akan stigma-stigma masyarakat. Sterotip dan stigma masyarakat terkait mental health selalu berhubungan dengan hal negatif. Mental health, masalah kejiwaan, stress, gila, begitulah kata kunci di masyarakat mengenai mental health. Hal tersebut sama sekali tidak membantu tetapi memperburuk. Mereka yang sadar akan memilih untuk diam daripada mendapatkan stigma negatif.

Love yourself

            Cintai dirimu, tidak peduli stigma masyarakat, tidak peduli dengan sterotip kuno, tidak peduli dengan pandangan sinis. Dirimulah yang paling penting, dirimua ada karena dirimu. Kebaikanmu lebih penting dari pada sekedar kata-kata yang terlontar dari orang yang bakan tidak mengenalmu. Cintai dirimu, lakukan yang menurutmu terbaik, semua demi dirimu sendiri.

            Percaya bahwa akan ada orang yang selalu disampingmu, selalu ada yang menunggumu untuk berhasil, selalu ada orang yang mendengarmu walau kau diam, selalu ada orang yang memperhatikanmu walau kamu berada di kegelapan. Tidak akan ada yang melupakanmu, semua akan mengingatmu. Berusaha yang terbaik sesuai dengan keinginanmu. Semua akan bahagia saat kamu bahagia.

            Tidak perlu merasa kesepian karena selalu banyak bintang dilangit, selalu ada malaikat yang bersamamu, selalu ada Tuhan bersamamu. Tidak perlu menyakiti diri sendiri karena dirimu tidak ada ‘manusia’ yang berhak merasakan sakit. Tidak ada ‘manusia’ yang pantas menerima rasa sakit. Tidak ada yang akan melupakanmu, tidak ada yang berhak menyakitimu, tidak ada yang meninggalkanmu sendirian karena kamu masih memiliki dirimu sendiri dan Tuhan.

Love Yourself

            Setiap orang menjalani kehidupan yang berbeda-beda, setiap orang memiliki cara sendiri untuk mengatasi masalahnya. Namun, mencintai diri sendiri adalah cara yang bisa dilakukan semua. Cintai dirimu sendiri karena kamu pantas untuk itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MOTIVATION LETTER - TO BE OR NOT TO BE

  To be or not to be             Kalimat terkenal dari buah karya terkenal William Shakespear “Hamlet”. Kalimat yang diucapkan tokoh utama dalam tajuk tersebut. To be or not to be bukan sebuah trendmark atau slogan, To be or not to be sebuah kalimat yang bermakna dalam. “Haruskan aku hidup ( to be ) atau mengakhirinya saja ( Not to be ). Kalimat yang muncul ketika sang pangeran merasakan kepedihan yang sangat. Kalimat yang membuka Hamlet, kalimat yang muncul ketika Pangeran Hamlet memulai perjalanan penuh tragedinya. Ketika Hamlet memulai Hamlet, ketika sebuah tragedi dimulai.             To be or not to be kalimat yang diucapkan Hamlet ketika ayahnya dibunuh oleh pamanya. Tragedi Hamlet baru dimulai, karena Hamlet adalah Tragedi itu sendiri. Setelah membunuh ayahnya sang paman menikah dengan ibunya. Tragedi dan Tragedi. Sakit hanya sakit, kepedihan dan kepedihan yang d...